Kamis, 30 April 2015

Kabareskrim Sebut Kejanggalan Stadion Gedebage Ada Sejak Awal

Liputan6.com, Bandung - Penyidikan kasus dugaan korupsi pembangunan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Bandung, Jawa Barat, terus bergulir. Hasil temuan penyidik Polri menunjukkan, pergeseran tanah yang terjadi pada Stadion GLBA atau kerap disebut Stadion Gedebage itu diakibatkan pelanggaran.

Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabreskrim) Polri Komjen Pol Budi Waseso mengatakan, hal tersebut terjadi karena ada dugaan penyelewengan dana sejak awal, sehingga bangunan stadion yang seharusnya kuat menjadi rapuh.

"Yang jelas sekarang ini ada fase dilanggar secara teknis, dari mulai awal sampai berdirinya bangunan ini," ujar Kabareskrim Budi Waseso saat mengecek Stadion GBLA di Bandung, Kamis (30/4/2015).

"Misalnya tanah kesiapan ini tidak dilakukan sebagaimana mestinya. Itu menyangkut anggaran biaya. Penananamam tiang pancang dengan situasi tanah yang ada. Seumpama tiang pancang 60 meter, tapi dilakukan 30 meter," urai Kabareskrim.

Bukan tanpa alasan, ia menilai setelah melakukan peninjauan stadion berkapasitas 38 ribu penonton tersebut terjadi banyak kerusakan meski anggaran yang dihabiskan lebih dari Rp 500 miliar.

"Artinya tidak ada spec (specification atau spesifikasi) yang diikuti, sehingga ada kerusakan. Ada pelanggaran yang dilakukan karena tidak ikuti prosedur yang sebenarnya harusnya dilewati," ucap Budi Waseso.
Tersangka Mungkin Bertambah

Dalam kasus tersebut Bareskrim baru menetapkan Sekretaris Distarcip Kota Bandung, Yayat A Sudrajat sebagai tersangka. Namun jenderal polisi bintang tiga tersebut menegaskan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain.

Karena itu dalam pendalaman kasus ini, sambung Budi Waseso, pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang dianggap mengetahui proyek itu akan dilakukan Bareskrim. Termasuk terhadap Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan atau Aher dan mantan Walikota Bandung Dada Rosada.

"Kemungkinan (bertambah) ada saja. Karena ini proyek besar. Tidak mungkin dikerjakan atau dikuasai satu orang. Pasti ada berbagai pihak yang ikut terlibat dalam pembangunan ini," ujar mantan Kapolda Gorontalo ini.

Peresmian Stadion GLBA atau disebut pula Stadion Gedebage dilakukan Walikota Bandung saat itu Dada Rosada. Stadion bertaraf internasional itu berada di Desa Rancanumpang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung. Stadion berada di antara ruas Jalan Tol Cileunyi-Padalarang KM 151 dan Jalan By Pass Soekarno-Hatta, Bandung. (Ans/Ali)

Sumber :  http://news.liputan6.com/read/2223728/kabareskrim-sebut-kejanggalan-stadion-gedebage-ada-sejak-awal

Atlet SMK Ma'arif 2 Gombong meraih 3 medali emas dan 1 medali perak

Dokumentasi atlet smk madugo

Gombong (27/4/2015), Empat atlet silat SMK Ma’arif 2 Gombong kembali mendapat kepercayaan di kancah Nasional dalam Kegiatan Kejuaraan Pencak Silat tingkat Pelajar yang diseleggarakan oleh Jakarta Pencak Silat Championship III 2015 di GOR POPKI Cibubur (PP-PON Kemenpera RI) Jakarta Timur tanggal 25-26 April 2015 (sabtu-minggu) kemarin.
Amanah yang diberikan kepada keempat atlet ini tidak lepas dari prestasi membanggakan yang telah diraih pada kejuaraan sebelumnya baik di tingkat kabupaten Kebumen, Karisidenan Kedu maupun di tingkat propinsi Jawa Tengah.
Kali ini keempat atlet kebanggaan SMK Ma’arif 2 Gombong, yaitu Rokhimatun Khasanah (XI TP-TU), Rosita Ciptaningrum Fauziah (XI TP-TU), Khoerul Anwar (XI TKR 2) dan Nur Khafid Fazrianto (XI TKR 5) berhasil membawa pulang 3 medali emas dan 1 medali perak.
Pelatih Pencak Silat SMK Ma’arif 2 Gombong, Tasiran, mengatakan bahwa keempat anak didiknya ini merupakan pesilat andalan SMK Ma’arif 2 Gombong yang telah mengharumkan nama SMK Ma’arif 2 Gombong di kancah regional maupun nasional. 
“….saya sangat yakin jika keempatnya akan mampu memberikan yang terbaik dalam setiap pertandingan pencak silat di berbagai Kejuaraan termasuk di kejuaraan ini, dan  keempat medali ini merupakan bukti nyata bahwa mereka mampu memberikan yang terbaik untuk SMK Ma’arif 2 Gombong khususnya dan Kabupaten Kebumen serta Propinsi Jawa Tengah pada umumnya”, Ungkap Tasiran.
Tasiran juga menjelaskan bahwa dalam meningkatkan performa keempat atlet ini, pihaknya meningkatkan intensitas latihan dan menerapkan metode latihan khusus, dimana waktu yang tersedia dirasa cukup mepet karena atlet ini akan berangkat bertanding lagi di tingkat internasional sambil menunggu konfirmasi panitia via online.
Diakui, keempat atlet itu saat ini dilatih pagi dan sore hari secara marathon berupa strategi bertanding dan peningkatan stamina. “Jadi itu yang kita dreal setiap hari”, tegas Tasiran.
Rokhimatun mengakui, kejuaraan pencak silat ini menjadi ajang pembuktian bagi kami dalam mengetahui perkembangan hasil latihan kami selama ini, “harapan kami nantinya menjadi juara lagi”. tegasnya
Sementara itu Kepala SMK Ma’arif 2 Gombong Ngadino, S.Kom, mengungkapkan rasa bangganya  dan mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada pelatih dan atletnya. “ternyata usaha yang maksimum dapat membuahkan hasil”.
Selain perlombaan Pencak Silat tersebut, beliau menambahkan kepada tim redaksi terkait prestasi-prestasi yang baru-baru ini diraih oleh SMK Ma’arif 2 Gombong, salah satunya adalah lomba LKS tingkat Propinsi yang sangat bergengsi.
“….sudah dua tahun terakhir ini SMK Ma’arif 2 Gombong berhasil menjuarai LKS SMK Refrigerasi Tingkat Propinsi, dan harapan kami semoga prestasi tersebut akan selalu terukir di tahun-tahun berikutnya”. Imbuhnya
“Langkah maju mengejar mutu pun ternyata tidak hanya sekedar slogan sekolah kami, akan tetapi sudah terbukti bahwa SMK Ma’arif 2 Gombong adalah ‘SMK Bisa’….!!!”, tegas Ngadino.

Kamis, 23 April 2015

 

Air Terjun Sri Gethuk Wonosari Gunung Kidul

By Wisata Jogja on February 22, 2015

Air Terjun Sri Gethuk Wonosari Gunung Kidul - Wisata Jogja enjoy travelling with us!


Air Terjun Sri Gethuk
Air Terjun Sri Gethuk
Air Terjun Sri Gethuk Wonosari Gunung Kidul Yogyakarta terletak di antara ngarai Sungai Oya yang dikelilingi areal persawahan nan hijau, Air Terjun Sri Gethuk selalu mengalir tanpa mengenal musim. Gemuruhnya menjadi pemecah keheningan di bumi Gunungkidul yang terkenal kering.
Air Terjun Sri Gethuk merupakan salah satu wisata alam yang terdapat di daerah Gunungkidul tepatnya di Dusun Menggoran, Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Air terjun ini berada di tepi Sungai Oyo.
Air Terjun Sri Gethuk juga disebut sebagai Air Terjun Slempret dan aja juga yang menyebut Air Terjun Sompret. Nama Slempret sendiri berasal dari legenda yang ada di Desa Bleberan. Menurut cerita yang beredar di masyarakat, air tejun ini merupakan pusatnya para jin dengan pimpinan Jin Anggo Menduro

Air Terjun Sri Gethuk berasal dari tiga sumber mata air


Air Terjun Sri Gethuk Wonosari
Air Terjun Sri Gethuk Wonosari
Air terjun sri gethuk lahir dari tiga sumber mata air ” kedung poh ” , ” ngandong” dan sumber mata air “ngumbul”, ketiga sumber mata air tersebut mengalir menjadi satu dan membentuk butiran butiran air yang jatuh dari tebing bebatuan karst yang terkenal tandus.
Gunungkidul sebagai daerah yang sering diasumsikan sebagai wilayah kering dan tandus ternyata juga menyimpan keindahan serupa, yakni hijaunya aliran sungai yang membelah ngarai dengan air terjun indah yang tak pernah berhenti mengalir di setiap musim. Air terjun tersebut dikenal dengan nama Air Terjun Sri Gethuk.
Kabupaten Gunung Kidul, dahulu sangat terkenal dan identik dengan kekeringan, hutan gundul, tanah tandus dan berbatu. Namun saat ini kesan itu mestinya sudah hilang ditelan semilir angin dan rimbunnya pohon pohon hutan di rakyat yang menutupi berbagai tanah yang dahulunya kosong dan tandus. Pohon pohon seperti jati dan mahoni begitu mendominasi selain kelapa, rambutan, sengon, dan lain lain.
Di beberapa kecamatan terutama yang mempunyai pantai memang masih terasa aroma kering di musim kemarau. Namun jangan salah jika kita semua mengunjungi suatu tempat di Kecamatan Playen, desa Bleberan…….disitu ada suatu tempat yang sangat elok, berlimpah air, hamparan sawah yang sangat subur dan tentu yang sedang naik daun dan sangat terkenal sekarnag adalah tempat yang bernama Air Terjun Sri Getuk. Air di seputar tempat ini sangat melimpah karena memang beberapa mata air muncul dari dalam tanah dan beberapa alirannya masuk melalui tebing yang yang sangat tinggi masuk ke dalam Sungai Oya, sungai yang tidak pernah kering dan mengalir sepanjang musim. Air terjun itu terpcah menjadi tiga bagian yang meluncur sangat deras..itulah indahnya Air Terjun Sri Gethuk di Kecamatan Playen Gunung Kidul.

Lokasi Air Terjun Sri Gehtuk


Air Terjun Sri Gethuk Jogja
Air Terjun Sri Gethuk Jogja
Jika kita ingin berekreasi ke Air Terjun Sri Gehtuk ini dari Yogyakarta kita akan menempuh jarak sekitar 45 km. Dari yogyakarta ke arah Gunungkidul kemudian naik tanjakan yang lumayan terjal di Piyungan dan bukit Pathuk Gunung Kidul. Terus kemudian akan melalui hutan negara di Bunder terus sampai ketemu pertigaan traficlight di Gading kemudian belok kanan ke arah Playen. Setelah sampai Playen belok kanan arah kecamatan Palihan dan sekitar 2 km kita akan ketemu pertigaan dan belok kanan. Di pertigaan tersebut kita sudah akan melihat banyak petunjuk jalan yang akan membimbing kita secara mudah untuk dapat menjangkau air terjun Sri Gethuk. Dari pertigaan tadi kita masih harus menuempuh perjalanan lagi sepanjang 7 km. ya tinggal 7 km dan sudah lumayan dekat, tapi….eeiit…jangan salah karena jalan tersebut agak kurang baik dan cenderung rusak, jadi jalannya juga pelan pelan..memang sih saat itu beberapa bagian jalan sudah mulai diperbaiki dan aspal juga masih terasa baru. Namun rupaya masih lumayan panjang juga yang rusak jadi kita perlu musti hati hati. Satu setengah jam perjalanan kita sampai di lokasi.

Asal muasal nama Air Terjun Sri Gethuk.


Air Terjun Sri Gethuk Gunungkidul
Air Terjun Sri Gethuk Gunungkidul
Menurut Pak Ngabdani Ketua Kelompok Tani yang mengelola wisata tersebut. Asal muasal nama Gethuk sebetulnya bukan makanan tradisional yang berasal dari singkong itu, tapi sebetulnya adalah Kethuk salah satu jenis perangkat gamelan jawa. Namun lidah kita lebih mudah menyebut Gethuk mengingat sebelumnya ada kata Sri, jadi hanyalah untuk memudahkan saja. Menurut beliau, pada jaman kakek-kakek buyutnya. Di seputar air terjun tersebut terdapat kerajaan lelembut yaitu semacam makhluk halus yang tentu tidak kasat mata. Pada hari dan saat saat tertentu konon di kerajaan tersebut sering spel atau latihan menabuh gamelan tersebut. Suara gamelan tersebut sangat nyaring di dengar oleh warga desa Bleberan. Nah suatu ketika ada sedikit keributan karena salah satu alat gamelannya hilang. Gamelan yang hilang itu namanya Kethuk. Maka terkenalah air terjun tersebut bernama Sri Kethuk..atau kemudian juga dan malah lebih dikenal dengan nama Sri Gethuk. Lokasi ini selanjutnya oleh pemerintah desa dikembangkan menjadi lokasi wisata dan dibuka sejak tahun 2007.
Setelah sampai dilokasi parkir, ada dua cara untuk mencapai lokasi air terjun. Pertama dengan berjalan kaki melintasi areal persawaan sekitar 1.5 km atau yang kedua menuruni anak tangga yang sudah lumayan disemen menuju dermaga di tepi Sungai Oya untuk naik secamam perahu Gethek yang sdah dimodifikasi menjadi lebih modern. Drum drum dari plastik ditata sedemikian rupa dan beri alas papan untuk berdiri penumpang serta diberi pagar besi untuk pengaman. Perahu ini muat sekitar 7-8 penumpang dan berjalan digerakkan oleh mesin diesel kecil untuk memutar turbin. Penumpang dikenai biaya Rp.7.500,- pulang balik per orang untuk naik perahu ini. Perahupun berjalan pelan kita bisa sambil memotret dan mencari obyek-obyek yang cocok yang sangat indah sepanjang perjalanan 5 menit ini.

Air Terjun Sri Gethuk Jogja
Air Terjun Sri Gethuk Jogja
Terletak di Desa Wisata Bleberan, Air Terjun Sri Gethuk menjadi salah satu spot wisata yang sayang untuk dilewatkan. Untuk mencapai tempat ini Anda harus naik kendaraan melewati areal hutan kayu putih milik PERHUTANI dengan kondisi jalan yang bervariasi mulai dari aspal bagus hingga jalan makadam. Memasuki Dusun Menggoran, tanaman kayu putih berganti dengan ladang jati yang rapat. Sesampainya di areal pemancingan yang juga berfungsi sebagai tempat parkir, terdapat dua pilihan jalan untuk mencapai air terjun. Pilihan pertama yakni menyusuri jalan setapak dengan pemandangan sawah nan hijau berhiaskan nyiur kelapa, sedangkan pilihan kedua adalah naik melawan arus Sungai Oya. Tentu saja kita memilih untuk naik rakit sederhana yang terbuat dari drum bekas dan papan.
Perjalanan menuju Air Terjun Sri Gethuk pun dimulai saat mentari belum naik tinggi. Pagi itu Sungai Oya terlihat begitu hijau dan tenang, menyatu dengan keheningan tebing-tebing karst yang berdiri dengan gagah di kanan kiri sungai. Suara rakit yang melaju melawan arus sungai menyibak keheningan pagi. Sembari mengatur laju rakit, seorang pemandu menceritakan asal muasal nama Air Terjun Sri Gethuk. Berdasarkan cerita yang dipercayai masyarakat, air terjun tersebut merupakan tempat penyimpanan kethuk yang merupakan salah satu instrumen gamelan milik Jin Anggo Meduro. Oleh karena itu disebut dengan nama Air Terjun Sri Gethuk. Konon, pada saat-saat tertentu masyarakat Dukuh Menggoran masih sering mendengar suara gamelan mengalun dari arah air terjun.

Sumber : http://www.wisatajogja.co.id/air-terjun-sri-gethuk/

Menpora bekukan PSSI

| 49.509 Views
id pembekuan pssi, kongres luar biasa pssi, menpora bekukan pssi, menpora imam nahrawi
Menpora bekukan PSSI
Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Surabaya (ANTARA News) - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi membekukan PSSI saat induk organisasi sepak bola Indonesia itu sedang melakukan Kongres Luar Biasa (KLB) di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu.

"Alhamdulillah baru saja ditanda-tangani Peraturan Menpora No. 0137 Tahun 2015 tentang Pengenaan Sanksi Administratif Berupa Kegiatan Keolahragaan PSSI Tidak Diakui," kata Juru Bicara Kemenpora Gatot Dewa Broto melalui pesan layanan singkat.

Menurut dia, dasar pembekuan tersebut mengacu pada tidak diindahkannya SP1, SP2 dan SP3 oleh PSSI yang jatuh tempo pada tanggal 17 April 2015 jam 18.40.

Dengan turunnya surat pembekuan tersebut bisa dikatakan sebagai langkah tegas dari pemerintah. Apalagi selama ini memang konsentrasi dalam memantau persepakbolaan nasional dan bahkan membentuk Tim Sembilan.

Surat dengan nomor 01307 tahun 2015 ini ditandatangani langsung oleh Menpora Imam Nahrawi per tanggal 17 April ada beberapa poin yang menyangkut dengan pembekuan diantaranya adalah pemerintah tidak mengakui seluruh kegiatan yang dilakukan oleh PSSI.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah baik tingkat pusat maupun daerah termasuk kepolisian tidak dapat lagi memberikan pelayanan dan fasilitasi kepada kepengurusan PSSI dan seluruh kegiatan keolahragaan.

Langkah pemerintah yang akan dilakukan setelah ada pembekuan adalah membentuk Tim Transisi yang akan mengambil alih hak dan kewenangan PSSI sampai dengan terbentuknya kepengurusan PSSI yang kompeten sesuai dengan mekanisme organisasi dan statuta FIFA.

Untuk Tim Nasional yang akan menghadapi SEA Games 2015 akan tetap berjalan. Pemerintah, KONI dan KOI telah sepakat pengelolaan akan diserahkan ke Satlak Prima.
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2015


sample
  • image icon
  • image icon
  • image icon
  • image icon
  • image icon
  • image icon
  • image icon
  • image icon
  • image icon
  • image icon
Pantai Suwuk terletak di desa Suwuk, kecamatan Puring, kabupaten Kebumen. Untuk menuju ke lokasi pantai, banyak jalur alternatif yang dapat digunakan. Jika anda dari arah Gombong maka dibutuhkan waktu sekitar 45 menit, namun jika anda berasal dari arah kota Kebumen maka dibutuhkan waktu sekitar setengah jam untuk menuju Petanahan dan setengah jam berikutnya menuju Pantai Suwuk. Bagi anda yang berasal dari arah timur yang kebetulan sedang melintasi jalan selatan-selatan atau jalan Daendels dari arah Yogyakarta dapat langsung lurus menuju ke Pantai Suwuk

Wisata di Pantai Suwuk ini pada dasarnya tidak berbeda dengan wisata-wisata pantai di Kebumen. Pemandangan pegunungan kapur yang elok memanjang dari utara sampai selatan, dan berbatasan langsung dengan pegunungan dan Pantai Karangbolong. Untuk lebih memanjakan mata anda, alangkah lebih baiknya anda menyewa seekor kuda untuk menyisir eloknya Pantai Suwuk ini. Usai lelah dan puas menikmati pantai, hal menarik lainnya adalah kita dapat menikmati suasana santai dengan beberapa sajian makanan khas yang ada di warung-warung sepanjang pantai. Anda dapat menikmati pecel dan lontong, es kelapa hijau, jangan lupa pula peyek ubur-uburnya dan berbagai jenis peyek lainnya.

Sumber :  http://www.kebumenkab.go.id/index.php/public/potenda/detail/18

Kamis, 16 April 2015

10 air terjun terdekat dari Jakarta

Sebagai pecinta air terjun, berikut ini saya tuliskan 10 air terjun terdekat yang hanya ditempuh mulai dari 1 jam saja dari Jakarta. Penulisan diurutkan mulai dari jarak terdekat dan waktu tempuh yang paling singkat. Alhamdulillah, hampir semuanya telah saya kunjungi.
1. Curug  Bojong Koneng-Sentul (waktu tempuh 1 jam)
curug bojong koneng - sentul
Curug ini adalah curug yg paling dekat dari Jakarta, terletak di desa Bojong Koneng, sebuah desa dibelakang perumahan mewah Sentul City. Untuk mencapai curug ini dengan kendaraan pribadi bisa melewati jalan tol jagorawi dan keluar di pintu tol sentul city lalu masuk ke kawasan perumahan mewah tersebut menuju perkampungan warga yang terletak di belakang kompleks. Jika bingung, bisa bertanya pada warga sekitar tentang keberadaan curug Bojong Koneng.  Bila menggunakan kedaraan umum, kita bisa mencapainya dengan bus jurusan sentul city dari terminal blok-m lalu disambung dengan ojek. Trek sejauh 1 km harus kita lalui untuk mencapai curug indah ini,jangan khawatir karena treknya tidak sulit dan dapat dilalui oleh orang tua dan anak-anak dengan pamandangan sawah yang indah. Untuk menikmati curug indah dengan kolam berair bening dibawahnya pengunjung hanya dikenakan retibusi Rp.5.000.
2. Curug Panjang Mega Mendung (waktu tempuh 1 jam 15 menit)
curug panjang
Curug panjang adalah curug keluarga, karena karakteristik curugnya yang landai dengan beberapa kolam jernih sebagai tempat bermain bagi anak-anak. Belum lagi fasilitasnya yang sangat terawat dan pengamanannya yang terjamin. Untuk mencapai curug inipun sangat mudah, cukup mengarahkan mobil ke arah puncak, dan dikiri jalan akan kita temui masjid Mega Mendung, lalu belokkan mobil ke jalan disamping masjid tersebut. Dari titik ini kamu cukup ikuti petunjuk jalan yg akan mengarahkanmu ke curug panjang. Tak hanya curug, wisata curug panjang pun menyediakan fasilitas wisata lainnya yaitu perkemahan dan pemancingan. Retribusi yang dikenakan untuk masik ke kawasan ini pun cukup murah, hanya Rp.6.000 termasuk asuransi.
3. Curug Naga Mega Mendung (waktu tempuh 1 jam 15 menit)
curug naga
Tak banyak yang mengetahui keberadaan curug ini karena memang belum seterkenal curug cilember ataupun curug panjang. Namun siapa sangka bahwa curug ini letaknya bersebelahan dengan kawasan wisata curug panjang. Bahkan air terjunnya pun berasal dari aliran air yang sama dengan curug panjang. Namun berbeda dengan curug panjang yang cocok untuk keluarga, curug naga cocok untuk para pecinta tantangan karena kita harus menyusuri sungai sepanjang 100 meter untuk mencapainya. Belum lagi untuk mencapai curug selanjutnya kita lalui dengan melompat dari atas curug. Meski keselamatan dijamin penuh, tetap saja curug ini tidak cocok bila membawa anak-anak ataupun orang tua. Untuk berwisata ke curug inipun tidak seperti kawasan wisata lain, setidaknya kita harus reservasi terlebih dahulu dan mengambil pilihan paket wisata yang telah ditentukan. Dan biasanya yang datang ke curug ini adalah rombongan gathering. Tapi bagi perseorangan pun bisa mengunjungi wisata ini asal jangan dihari biasa karena tutup. Saya pernah datang sendirian ke curug naga dihari biasa, dan ternyata disana sangat sepi karena tutup.
4. Curug Cilember (waktu tempuh 1 jam 30 menit)
urug cilember
Dari sepuluh curug yang masuk daftar ini, saya kira curug cilember lah yang paling popular. Curug yang juga dikenal dengan nama curug tujuh ini telah dikenal lebih dulu sebagai wisata air terjun dikawasan puncak. Dikawasan ini terdapat tujuh air terjun dengan karakteristik yang berbeda-beda. Curug tujuh (terdekat dari pintu masuk) adalah curug yang paling ramai karena jangkauannya yang tidak sulit serta memiliki kolam besar dibawah curugnya yang kembar. Curug 6,5 dan seterusnya baru bisa kita nikmati setelah melakukan trekking menanjak dikawasan tersebut. Yang menarik, di kawasan ini juga terdapat taman observasi kupu-kupu. Fasilitas disinipun cukup lengkap, bahkan pengelola menyediakan penginapan di dekat air terjun. Untuk menikmati sejuknya kawasan curug cilember dengan ke tujuh curug-nya yang indah kita cukup mengeluarkan Rp. 11.000 sebagai retribusi.
5. Curug Nangka (waktu tempuh 2 jam)
curug nangka
Kawasan wisata curug nangka memiliki alam yang sangat alami dan sejuk. Kealamian tempat ini terbukti dengan masih banyaknya monyet-monyet liar yang sering kali kita temui, bahkan monyet-monyet tersebut akan datang menghampiri kita jika kita menyebar makanan sebagai umpan. kawasan wisata ini memliki 3 curug,  2 diantaranya memiliki ketinggian kurang dari 10 meter dengan kolam berair jernih dibawahnya yang bisa kita jadikan tempat bermain air. Kawasan ini juga cocok untuk keluarga, terutama bagi keluarga kecil yang ingin mengenalkan alam sejak dini bagi anak-anaknya. Tapi bagaimanapun, harus tetap berhati-hati.  Untuk menikmati segarnya alam curug nangka, Rp. 7500 harus kita keluarkan sebagai retribusinya.
6. Curug Luhur (waktu tempuh 2 jam)
curug luhur
Curug luhur terletak di lalulintas jalan raya Bogor – Gunung salak Endah. Letak yang relatif mudah dijangkau inilah yang menjadikan ramainya curug luhur dikunjungi setiap saat. Jika menggunakan kendaraan umum rute yang harus ambil adalah Kampung Rambutan – Terminal Baranangsiang – Ramayana – Ciapus. Tips dari saya, ketika hendak menaiki angkot ke Ciapus sebaiknya anda bilang ke supir angkotnya kalau anda ingin ke Curug Luhur. Karena angkot trayek ini melewati 2 wisata curug sekaligus. Yaitu Curug Nangka dan Curug Luhur. Atau jika anda ingin berwisata ke curug ini menggunakan  kereta, anda turun di stasiun kereta bogor lalu naik angkot jurusan Ramayana dan disambung dengan angkot lagi tujuan Ciapus. Bagi yang menggunakan kendaraan pribadi perjalanan ke Curug luhur, bisa melalui beberapa alternatif jalan, salah satunya dapat melalui jalan raya Bogor kearah leuwiliang, belok di pertigaan Cikampak, dan menelusuri jalan menuju tenjolaya (Belok kiri terus), maka akan sampai di Curug Luhur. Di kawasan wisata curug luhur sudah dibangun banyak fasilitas serta kolam renang yang mengelilingi lokasi curug-nya yang kembar. Sayangnya Kolam renang yang dibangun sangat tidak teratur dan dibangun dengan konstruksi seadanya hingga membuat lokasi ini menjadi kurang indah dan meminimalisasi kealamian wisata curug. Di bawah curug terdapat kolam alami ber-air jernih, kolam Curug Luhur ini terhitung cukup lebar dan semakin mendekati curug semakin dalam, konon terdapat pusaran air dibawahnya yang mampu menyedot orang bila tidak berhati-hati.
7. Curug Cigamea (waktu tempuh 2 jam)
curug cigamea
Curug Cigamea berlokasi di Desa Gunungsari, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor yang merupakan bagian dari kawasan wisata Gunung Salak Endah. Untuk menuju ke lokasi air terjun, pengunjung diharuskan berjalan kaki dari areal parkir, melalui jalan menurun +/- 350 meter. Selama dalam perjalanan, setidaknya tercatat tiga air terjun tambahan berada disisi kanan jalan. Masing-masing dengan ketinggan berkisar antara 5 hingga 10 meter namun dengan debit air yang kecil dan berada dibalik rimbunnya daun pepohonan. Kondisi jalan menuju lokasi berupa jalan setapak yang telah terbuat dari batu dan tersusun rapi dalam bentuk susunan anak tangga. Dibeberapa bagian jalan terdapat tempat peristirahatan, untuk melepas lelah sejenak sambil menikmati air terjun dari kejauhan. Curug Cigamea terdiri dari dua buah air terjun utama dengan karakter yang berbeda. Air terjun pertama yang lebih dekat dengan jalan masuk, berupa air terjun dengan tebing curam menyerupai dinding dan didominasi bebatuan warna hitam. Tipe air yang jatuh lebih bersifat percikan air yang langsung melimpah jatuh dari atas cukup deras meskipun nampak jelas tidak sederas/sebesar air terjun kedua. Hal ini pula yang menjadikan alasan kolam limpahan air yang berada dibawahnya tidak luas dan dalam, sehingga tidak bisa digunakan untuk berenang. Letaknya yang terbuka, memungkinkan pengunjung untuk berada disisi kiri dan kanan dari air terjun.
8. Curug Seribu (waktu tempuh 2 jam)
curug seribu
Curug seribu adalah air terjun terbesar yang ada dikawasan Gunung Salak Endah Bogor. Curug ini juga tergolong sulit dijangkau dengan trek menurun yang curam dan licin. Tapi justru disini lah tantanganya, kondisi yang sulit dijangkau justru membuat lokasi ini masih sangat alami tanpa sentuhan tangan manusia. Dan karena alasan yang sama, pengunjung yang datang pun tak seramai curug-curug lainnya hingga kita bisa menikmati keindahan alam di curug seribu ini dengan lebih leluasa namun tetap berhati-hati.
9. Curug Ciismun (waktu tempuh 2 jam)
curug ciismun
Curug Ciismun merupakan salah satu air terjun cantik yang berada di kawasan Kebun Raya Cibodas, lokasinya akan lebih dekat bila ditempuh jika kita melewati pintu belakang Kebun Raya Cibodas, hanya sekitar 30 menit berjalan kaki. Curug ini memiliki ketinggian lebih dari 50 meter, lengkap dengan kolam kecil di bawahnya yang di penuhi dengan bebatuan. Untuk menikmati curug ini kita cukup mengeluarkan Rp. 6.000 sebagai retribusi. Tips ke Curug Ciismun Cibodas:
  • Masuk dan pulang lewat pintu masuk belakang yang dekat dengan pintu masuk Taman Nasional Gunung Gede Pangrango agar trek menuju/pulang dari curug lebih dekat.
  • Bawa makanan dan minuman sendiri karena seperti halnya tempat wisata lain, harga makanan dan minuman menjadi lebih mahal. (co: pop mie 8.000)
  • Bila berkunjung di musim hujan, datanglah dipagi hari maksimal jam 9 untuk menghindari hujan yang biasanya turun pada siang hari.
  • Bawa payung dan gunakan rain cover pada daypack
  • Gunakan alas kaki yang nyaman untuk trekking
  • Bawa plastik untuk pakaian basah
  • Bawa alas untuk sekedar duduk-duduk atau meletakkan tas
Biaya yang murah meriah:
  • Bus AC Kampung Rambutan – Cianjur PP 50.000 (kalau ekonomi +/- PP 30-40.000), turun di pertigaan Cibodas.
  • Angkot menuju Kebun Raya dari pertigaa PP 5.000
  • Tiket masuk Cibodas+PMI 6.000
10. Curug Cibeurem (waktu tempuh 2 jam)
curug cibeurem
Dari ke 10 curug, buat saya curug cibeurem inilah yang jadi juaranya. Curug ini terletak dikawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, butuh perjuangan dan tenaga ekstra untuk mencapai curug ini kareni kita harus melakukan trekking selama 1,5 jam dengan trek berbatu yang menanjak. Tapi tak perlu khawatir karena suasanya yang alami akan terus menjadi “multivitamin” tersendiri bagi kita. Belum lagi beberapa spot selama perjalanan yang sangat eksotis untuk berfoto, seperti spot telaga biru dan spot jembatan kayu yang dikelilingi ilalang setinggi 2 meter. Jika beruntung, selama trekking kita sesekali akan menemui owa jawa yang berhabitat di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.
curug cibeurem 2
Sesampainya di curug cibeurem, kita seperti disuguhi air dingin setelah perjalanan gurun yang menyiksa. Ya, keindahan air terjun yang sungguh luar biasa akan membayar lunas semua perjuangan kita untuk mencapainya. Disini, terdapat 3 buah air terjun yang berjejer dengan latar belakang tebing tinggi. Masing-masing air terjun pun memiliki karakter tersendiri. Curug pertama memiliki ketinggian paling rendah sekitar 20 meter namun memiliki debit air paling deras. Curug selanjutnya memiliki ketinggian kurang lebih 30 meter dengan curah air yang seakan bertingkat. Dan curug lainnya terletak agak tersembunyi dibalik pepohonan.

Sumber :  https://aliyamuafa.wordpress.com/2011/03/21/10-air-terjun-terdekat-dari-jakarta-2/

Kamis, 19 Februari 2015


Biografi Pahlawan Nasional Tuanku Imam Bonjol

Biografi Pahlawan Nasional Imam Bonjol
Tuanku Imam Bonjol memiliki nama asli Muhammad Sahab atau dikenal juga dengan Petto Syarif. Beliau adalah seorang guru agama. Ilmu agama dipelajari dan sang ayah, Buya Nurdin,juga guru agama lain, seperti Tuanku Nan Renceh. Penguasaan agama yang baik membuat beliau kemudian menjadi guru agama terkemuka di daerah Bonjol dan mendapat gelar Tuanku Imam Bonjol.
Pada tahun 1821, perang saudara antara kaum Paderi yang ingin melaksanakan ajaran agama dengan baik dan didukung para ulama melawan kaum Adat yang didukung Belanda berkobar kembali. Peperangan ini sebenarnya terjadi karena politik adu domba yang diterapkan Belanda untuk menguasai Sumatera Barat. Tuanku Imam Bonjol memimpin pasukannya untuk menghadapi Belanda. Perlawanan sengit dan pasukan Imam Bonjol membuat Belanda kewalahan. Belanda kemudian terpaksa mengadakan perjanjian damai pada tahun 1824 yang dikenal sebagai Perjanjian Masang. Namun, tidak bertahan lama karena dilanggar sendiri oleh Belanda.
Kaum Paderi dan Adat pda akhirnya menyadari bahwa pertentangan mereka hanya merugikan rakyat Minangkabau secara keseluruhan, bahkan membuat Belanda dapat memasuki tanah mereka. Kesepakatan damai terwujud dalam Plakat Tabek Patah yang berisi consensus bahwa adat berdasarkan agama dan agama berdasarkan Kitabullah (Al Quran). Sejak tahun 1833, rakyat Minang bersatu melawan Belanda. Selama 3 tahun Belanda kewalahan dan tidak mampu menguasai Bonjol sebagai sasaran utama mereka. Untuk itu, Belanda kembali mendatangkan pasukan dalam jumlah besar, termasuk dan Afrika yang disebut pasukan Sepoys. Sekitar 6000 tentara Belanda mengepung wilayah Bonjol sebagai benteng terkuat pasukan Imam Bonjol selama Januari-Desember 1837. Bonjol baru dapat direbut Belanda pada tanggal 16 Agustus 1837. Imam Bonjol yang berhasil menyelamatkan diri dijebak Belanda dalam sebuah perundingan dan dibuang ke Cianjur, Ambon, dan akhirnya dipindahkan ke Lotan, Manado. Beliau meninggal dunia di tempat pembuangan terakhir.
  • Tempat/Tgl. Lahir: Bonjol, 1772
  • Tempat/TgI. Wafat: Manado, 6 November 1864
  • SK Presiden: Keppres No. 087/TK/1973, TgI. 6 November 1973
  • Gelar: Pahlawan Nasional
Daerah tempat pembuangan , Imam Bonjol dikenal sebagai wilayah Jaton atau Jawa Tondano karena juga menjadi lokasi pembuangan Kyai Maja, salah seorang panglima Pangeran Diponegoro, dan pengikutnya yang kemudian membangun pemukiman di sana.

Sumber :  https://www.pahlawanindonesia.com/biografi-pahlawan-nasional-imam-bonjol/