Kamis, 12 Februari 2015

HUJAN BARU SAJA
Oleh Annie Zulaikha

Masih di sini
Menjagamu sepenuh hatiku
Bersama rinai-rinai embun yang menangis
Dirimu

Tamsil mentari masih berdiri di situ
Kan kujumputi berkasnya tuk dirimu
Biar hangat sapamu mengembang bak tembang berdendang
Biar tertanam sinarnya meski terik berkumandang, sayang

Coba kau katakan luas samudra itu ada di mataku
Maka kubisikkan bila samudra yang kau ciptkan dimata ini adalah lautan cintaku
Atau kau lirih menyapa sepotong hati
'Purnama itu tepat berada di wajahku
Maka kupun pelan menyantun lisanmu
Bahwa syahdu di peraduan purnama yang kau sapa, terlukis indah rinduku padamu

Hujan baru saja berhenti
Rintiknya masih berserakan
Namun aku masih di sini
Tetap menjaga cintamu sampai nanti

Sumber : http://www.lokerpuisi.web.id/2015/02/hujan-baru-saja-oleh-annie-zulaikha.html

Rabu, 11 Februari 2015

MANA YANG LEBIH UTAMA, SHALAT TAHAJUD ATAU MEMBACA AL-QUR’AN SETELAH SHALAT FAJAR?
 
Alhamdulillah Pertama,
Seyogyanya diketahui bahwa yang paling utama bagi orang yang terkena beban (kewajiban) terkait dengan ibadah sunah, adalah yang paling bermanfaat untuk dirinya dan hatinya. Meskipun (ibadah) sunah ini mafdhul (bukan yang utama) bagi dirinya. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah ditanya, “Manakah yang lebih utama, kalau dia bangun malam, apakah shalat atau membaca (Al-Qur’an)?"
Maka beliau menjawabnya, “Shalat lebih utama dibandingkan membaca (Al-Qur’an) di luar shalat. Hal itu telah ditegaskan oleh para ulama. Akan tetapi, bagi yang mendapatkan semangat, bertadabur dan memahami dalam membaca tanpa shalat. Maka yang lebih utama baginya adalah apa yang paling bermanfaat.” (Majmu Al-Fatawa, 23/62)
Kedua,
Kalau memungkinkan dapat menggabungkan di antara keutamaan qiyamul Lail dan bacaan Al-Qur’an serta zikir. Maka hal itu yang paling utama.
Para ulama yang tergabung dalam Al-Lanjah Ad-Daimah mengatakan, “Duduk setelah shalat subuh dengan menyibukkan zikir pagi dan membaca Al-Qur’an termasuk sunah yang dianjurkan untuk selalu dilakuakn oleh seorang muslim.” (Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah, 24/177)
Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah ditanya, “Sebagian orang mempunyai permasalahan dalam mengahafal Al-Qur’an dan shalat malam (qiyamullail). Sulit baginya melakukan shalat malam dan menghafal. Apa nasehat untuknya?" Maka beliau menjawabnya, “Qiyamullail termasuk amal yang paling utama. Sebaik-baik shalat setelah shalat fardu adalah shalat malam. Sementara Al-Qur’an tidak diragukan lagi, ia termasuk ucapan yang paling baik. Ia termasuk zikir yang paling utama juga merupakan kalamullah Azza Wajalla. Nasehatku kepada mereka, agar memberi perhatian terhadap Al-Qur’an dan berusaha melakukan tahajud dan shalat malam semampu mungkin. Maksudnya, jika seseorang bangun setengah jam sebelum subuh, lalu dia berwudhu dan shalat meskipun tiga rakaat witir, dan dia kontinyu melakukannya, maka hal itu termasuk suatu kebaikan "Sebaik-baik amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah yang kontinyu meskipun sedikit.” (Al-Bab Al-Maftuh, 89/17)
Ketiga,
Qiyamul lail termasuk ibadah sunah yang paling utama. Dia lebih didahulukan dibandingkan membaca Al-Qur’an di luar shalat. Jika tidak memungkinkan untuk digabung, apalagi qiyamul lail termasuk ibadah yang tertentu waktunya yang jika terlewat, maka terlewatkan pelaksanaannya. Maka yang dianjurkan adalah melaksanakan pada waktunya. Berbeda dengan membaca Al-Qur’an, ia dapat dibaca pada setiap waktu, siang danmalam. Maka masih memungkinkan dilaksanakan pada waktu lain. Kemudian qiyamul lail juga di dalamnya ada bacaan Al-Qur’an, dan ada tambahan amalan lainnya. Maka ia lebih dari sekedar satu ketaatan dibandingkan hanya sekedar membaca (Al-Qur’an). Amalan yang lebih banyak dalam ketaatan itu pahalanya lebih banyak. Allah Ta’ala berfirman:
لَيْسُوا سَوَاءً مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ أُمَّةٌ قَائِمَةٌ يَتْلُونَ آيَاتِ اللَّهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَهُمْ يَسْجُدُونَ (سورة آل عمران: 113)
“Mereka itu tidak sama; di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (sembahyang).” (QS. Ali Imran: 113)
Dan firman-Nya:
“Dan pada sebagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra: 79)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Bacaan Al-Qur’an dalam shalat itu lebih utama dibanding di luar shalat. Keutamaan pembaca Al-Qur’an dalam shalat itu lebih besar dibandingkan di luar shalat.” (Majmu Fatawa, 23/282)
Untuk mengetahui kemuliaan qiyamul lail, penjelasan pahala dan keutamaannya, silahkan lihat soal jawab no. 50070.
Keempat,
Selayaknya memulai dengan zikir pagi hari yang bersumber dari Nabi sallallahu alaihi wa sallam pada waktu seperti ini. Sebelum membaca Al-Qur’an bagi yang ingin dibacanya atau sebelum sibuk dengan pekerjaan atau tidur, bagi yang mempunyai kesibukan atau tidur pada waktu seperti ini. Karena zikir pada waktu ini merupakan ibadah tertentu yang akan terlewatkan jika waktunya berlalu. Dan ibadah yang terkait dengan waktu, lebih diutamakan dibandingkan dengan (ibadah) lainnya. Meskipun ibadah lainnya –dari sisi asalnya- itu lebih utama darinya.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan, “Sesuatu yang lebih utama secara umum, tidak mesti lebih utama pada setiap kondisi dan tidak untuk setiap orang. Bahkan sesuatu yang tidak utama, tapi pada kesempatan tertentu disyariatkan, lebih utama daripada yang utama secara umum. Seperi tasbih pada ruku dan sujud, lebih utama dibandingkan membaca Al-Qur’an, tahlil dan takbir. Tasyahud di akhir shalat dan doa setelahnya itu lebih utama dibandingkan bacaan Al-Qur’an.” (Majmu Fatawa, 24/236-237)
Syekh Ibnu Baz rahimahullah mengatakan, “Wirid yang disyariatkan dari zikir dan doa yang bersumber dari Nabi sallallahu alaihi wa sallam, lebih utama dilakukan pada waktu yang mengapit siang, yaitu setelah shalat Shubuh dan shalat Ashar. Hal itu lebih utama dibandingkan membaca Al-Qur’an, karena ibadah yang ditentukan berdasarkan waktu, akan terlewatkan jika waktunya lewat. Sedangkan bacaan Al-Qur’an waktunya luas.” (Majmu Fatawa Ibnu Baz, 8/312. Dapat juga dilihat di 26/72)
Kelima,
Yang dimaksud dalam firman Allah,
وَقُرْآنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا  (سورة الإسراء: 78)
 "Dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat)."  (QS. Al-Isra: 78)
Adalah shalat fajar. Sebagaimana pendapat Ibnu Abbas, Mujahid, Dhohhaq, Ibnu Zaid dan lainnya. Bukan sekedar bacaan (Al-Qur’an) ketika fajar. Silahkan merujuk Tafsir Ath-Thabari, 17/521-523.
Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “Maksudnya adalah shalat fajar, sebagaimana ditegaskan dalam Ash-Shahihain (Bukhari dan Muslim). Karena pada waktu itu disaksikan malaikat malam dan malaikat siang.” (Tafsir Ibnu Katsir, 1/108)
Telah diriwayatkan oleh Bukhari, no 649 dan Muslim, no. 649 dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata, "Aku mendengar Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda:
تَجْتَمِعُ مَلَائِكَةُ اللَّيْلِ وَمَلَائِكَةُ النَّهَارِ فِي صَلَاةِ الْفَجْرِ،  ثُمَّ يَقُولُ أَبُو هُرَيْرَةَ : فَاقْرَءُوا إِنْ شِئْتُمْ : إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا
“Para malaikat malam dan malaikat siang berkumpul pada shalat fajar. Kemudian Abu Hurairah mengatakan. Jika anda suka, silakan membaca
إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا
"Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat)." (QS. Al-Isra: 78)
Diriwayatkan oleh Tirmizi, no. 3135 dishahihkan juga dari Abu Hurairah dari Nabi sallallahu alaihi wa sallam dalam (penafsiran) firman Allah: “Dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat)." (QS. Al-Isra: 78) Beliau mengatakan, “Disaksikan oleh para malaikat malam dan para malaikat siang.”
Kesimpulannya, jika tidak mungkin menggabungkan antara Qiyamul lain dan zikir kepada Allah Ta’ala setelah shalat fajar sampai terbit matahari, maka hendaknya dia dahulukan menunaikan Qiyamul lail dibandingkan membaca Al-Qur’an setelah shalat fajar. Sebagaimana hendaknya dia mendahulukan zikir pagi dibandingkan membaca (Al-Qur’an) setelah fajar. Maka, yang lebih sempurna adalah anda menggabungkan antara tahajud, berzikir dan membaca (Al-Qur’an) setelah shalat fajar sampai matahari terbit. Kalau hal itu tidak memungkinkan bagi anda, maka upayakan menunaikan tahajud waktu malam, kemudian lanjutkan kebiasaan anda berupa shalat  dan membaca (Al-Qur’an) sebelum fajar. Lalu beristirahatlah setelah shalat fajar, akan tetapi hendaknya anda selesaikan zikir pagi sebelum anda tidur. Hal itu mudah insya Allah, karena mungkin dapat selesaikan dalam waktu singkat.
Wallahu a'lam .

Sumber :  http://islamqa.info/id/145693

Membandingkan-Cinta Allah-dgn Cinta Manusia/Harta. Menggapai-Cinta Allah.


Assalamualaikum wr.wb.

Katakanlah: "jika bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNYA dan dari berjihad di jalan NYA, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan NYA". Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. Q-S At-Taubah Ayat: 24
Jika seorang manusia sedang jatuh cinta kepada sesuatu atau pasangannya (kekasihnya). Itu adalah nafsu. Kalau tidak dikendalikan, akan membawa manusia ke jalan syetan. Ada beberapa tanda-tanda yang dirasakan, yaitu:
1. Hatinya merasa memiliki dan merasakan getaran cinta (Untuk pasangannya).
2. Badannya juga merasakan getaran. Yaitu getaran rindu (untuk pasangannya).
3. Fikirannya terbayang berjuta khayalan dan keindahan.
Jika seorang manusia sedang jatuh cinta kepada Allah ( KEKASIH_nya). Itu adalah iman. Yang membuat manusia hidup selalu dalam ketenangan (nafsul mutmainnah). Ada beberapa tanda-tanda yang dirasakan, yaitu:
1. Hatinya juga merasakan getaran cinta.
2.Badannya merasakan getaran. Yaitu gataran iman.
3. Fikirannya tiada khayalan dan bayangan keindahan duniawi.

Muslimin wal Muslimat yang dirahmati Allah. Pada artikel ini penulis akan membahas kedua perbedaan di atas.

Bila manusia mencintai "sesuatu" (harta dan manusia), Itu adalah fitrah. Fitrah ini adalah hawa nafsu yang diberikan oleh Allah kepada mahluknya (Q-S Ali Imran ayat 14), yaitu manusia atau hewan. Hanya saja perbedaanya, jika manusia diberikan akal, namun hewan tidak. Perasaan cinta terhadap "sesuatu" ini datang dengan sendirinya. Tidak seperti rasa cinta terhadap Allah, yaitu harus dicari baru kita bisa mendapatkannya. Bila manusia mencintai "sesuatu" katakanlah itu harta benda, maka manusia biasanya lupa dengan Tuhannya, sehingga menyebabkan manusia terjerumus ke jalan syetan seperti, merasa memiliki (sombong), merendahkan orang lain, lalai atau lupa beribadah, dll. Contoh lainnya, bila manusia mencintai seseorang, katakanlah itu keluarganya atau pasangannya. Maka akan timbul perasaan rindu, cemburu, buruk sangka dll. Semua perasaan ini adalah nafsu, biasanya akan berujung pada emosi. Sifat syetan juga namanya. Semua perasaan ini apabila tidak disadari oleh manusia, maka akan membuat manusia terlena ke dalam kenikmatan dan keindahan duniawi yang menyebabkan manusia lupa terhadap Tuhannya. Allah Robbul Aalamiin.

Bila manusia mencintai Allah, Rasulullah dan jihad fii sabilillah itu adalah iman. Berbeda dengan hawa nafsu. Iman atau Hidayah itu tidak datang dengan sendirinya seperti hawa nafsu. Tapi harus dicari, manusia baru bisa mendapatkannya. Sama dengan mencari rejeki. Biasanya ini melalui proses yang panjang dan berliku. Ketika manusia jatuh cinta kepada Allah, maka yang dirasakan manusia di dalam hati adalah getaran cinta, dalam badannya terasa getaran iman, dalam fikirannya tiada bayangan khayalan dan keindahan duniawi. Semua perasaan ini baru bisa didapat setelah manusia banyak melakukan amalan-amalan sunnah Rosulullah saw, terutama sholat, membaca Al-Quran dan Dzikrullah lainnya. Waktu yang lebih utama adalah tengah malam.

Bagaimanakah wujud hati yang merasakan getaran cinta dan badan merasakan getaran iman kepada Allah dan Rasulnya ?..... Dan bagaimana pula fikiran manusia bisa tanpa khayalan ?..... Untuk lebih jelasnya silahkan anda buka RAHASIA DI BALIK DAHSYATNYA SURAT AL-ANFAL AYAT 2.

Jika manusia lebih mencintai "sesuatu" (harta benda dan manusia) dari pada PEMILIK-nya (pemilik harta dan manusia sesungguhnya itu adalah Allah). Maka rasa cinta (hawa nafsu) itu bisa menutupi iman manusia. Artinya manusia akan sulit mengendalikan nafsunya, karena telah diperbudak oleh "sesuatu" atau nafsu. Sebab, jika pada saat sang PEMILIK sesungguhnya (Allah) mengambil "sesuatu" dari manusia (kehilangan), maka manusia akan merasakan kehilangan, kepedihan dan sakit hati (penyakit hati) yang mendalam. Pada saat itulah timbul sifat-sifat syetan yang menutupi iman yaitu emosi, frustasi, depresi, bahkan sampai bunuh diri.

Jika manusia lebih mencintai Allah dari pada "sesuatu" (harta benda dan manusia). Maka rasa cinta itu bisa menutupi nafsu manusia. Artinya bukan kehilangan nafsu, tetapi manusia bisa dengan sangat mudah mengendalikan nafsu. Sebab pada saat PEMILIK yang sesungguhnya (Allah) mengambil "sesuatu" dari manusia (kehilangan). Maka manusia tidak akan merasakan kepedihan, sakit hati (penyakit hati) dan kehilangan. Yang dirasakan adalah ikhlas, sabar dan tawakkal. Jelas ia tidak merasakan sakit hati dan kehilangan . Karena pada hakikatnya semua yang diambil itu adalah milik-NYA. Bukan milik manusia. Karena ia lebih mencintai PEMILIK-nya dari pada "sesuatu".

Para pembaca yang dirahmati Allah. Dari tulisan di atas terungkap jelas bahwa kebanyakan manusia lebih mencintai harta benda dan manusia dari pada cinta kepada Allah swt,  Rasulullah saw dan jihad fii sabilillah. Padahal seharusnya manusia lebih mencintai Allah, Rasul dan jihad fii sabilillah dari pada cinta kepada sesuatu apapun. Jika manusia lebih mencintai Allah dari pada "sesuatu apapun". Sudah pasti manusia mencintai sesamanya. Tetapi jika manusia lebih mencintai "sesuatu yang lain dari pada Allah", belum tentu manusia mencintai Allah. Malah biasanya manusia itu lupa kepada Allah.

Sulit memang untuk tidak merasakan sakit, pedih dan kehilangan ketika manusia diuji. Sulit memang untuk mengikhlaskannya. Tapi bagi hamba Allah yang rajin melakukan amalan-amalan sunnah tidaklah sulit. Secara otomatis perasaan pedih hanya sedikit yang dirasakan. Bahkan bagi orang-orang yang sangat rajin melakukan amalan-amalan sunnah pada tengah malam yaitu sholat malam (Tahajjud) dan Dzikrullah lainnya. Tidak merasakan sakit dan pedih. Semakin banyak manusia melakukan amalan-amalan sunnah, maka semakin tidak terasa pedih ketika mendapatkan ujian. Sebaliknya, semakin jarang melakukan amalan-amalan sunnah, maka semakin terasa kepedihannya. Bagi anda yang merasa sulit untuk menghilangkan rasa kesal, pedih dan sakit hati ketika mendapatkan ujian, Anda akan dipandu di sini agar mudah untuk mengikhlaskannya.

Hamba Allah yang mulia. Anda tidak perlu menjadi seorang sufi atau ahli tasauf, dan tidak juga perlu menuntut ilmu sampai berada pada tingkatan ma'rifat untuk bisa mencintai Allah melebihi dari segalanya. Karena untuk mencapai semua itu sangatlah sulit. Tapi cukup berada pada tingkatan taubat-pun anda pasti bisa. Syaratnya, dibuka dulu link di atas, dibaca dan diamalkan secara berkelanjutan.

Muslimin wal Muslimat. Sekian dulu ya?.....Semoga tulisan ini bermanfaat bagi anda.

Wassalam.

Sumber :  http://dokter-penyakit-hati.blogspot.com/

Sabtu, 07 Februari 2015

Semangat




Kata kata Motivasi
Kata kata Motivasi
KATA KATA MOTIVASI
Kenali terlebih dahulu sebelum menilai, karena yang tampak indah tak selalu indah dan yang tampak buruk tak selalu buruk.
Hidup tanpa mempunyai TUJUAN sama seperti " Layang-layang putus" Miliki tujuan dan PERCAYALAH anda dapat mencapainya.
Orang bijak adalah orang yang selalu belajar dari kegagalannya sedangkan orang yang bodoh adalah orang yang selalu menutupi kegagalannya.
Orang yang gagah perkasa itu bukan orang yang bertubuh kekar melainkan orang yang mampu mengendalikan emosinya ketika marah.
Kebanyakan orang gagal adalah orang yang tidak menyadari betapa dekatnya mereka ke titik sukses saat mereka memutuskan untuk menyerah.
Jangan pernah berfikir tidak akan pernah bisa mendaptkan dia, meraih cita-cita,dan segala hal yang kau inginkan.
Orang sukses takkan pernah mengeluh bagaimana kalau akan gagal,namun berusaha bagaimana untuk berhasil.
Genggamlah bumi sebelum bumi menggengam anda, pijaklah bumi sebelum bumi memijak anda,maka perjuangkanlah hidup ini sebelum anda memasuki perut bumi.
Jangan sesali apa yang telah terjadi kemarin, tapi jika kamu tak mampu menjadi lebih baik hari ini, kamu patut menyesali.
Hargai apa yang kamu miliki saat ini. Kebahagiaan tak akan pernah datang kepada mereka yang tak menghargai apa yang telah dimiliki.
Ketika tak ada kata terucap, diam mampu ungkapkan apa yang tak terkatakan. Tak semua bisa memahami, tapi sahabat selalu mengerti.
Kebencian hanya merugikan diri sendiri, tersenyumlah ketika disakiti. Hati tanpa benci membentuk jiwa yang tegar dan damai.
Cinta mungkin akan membuatmu terluka, tapi ia membuatmu semakin dewasa. Jadilah pribadi yang selalu memaafkan, terutama hatimu.
Jika sewaktu waktu kita jatuh bukan berarti tidak bisa bangun kembali, kecuali jika memang kita memilih menyerah.
Ketika anda merasa mengatahui banyak hal sesungguhnya itu pertanda bahwa anda tidak tahu banyak hal.
Pernikahan samasekali bukan akhir dari rangkaian cerita "cinta" yang selama ini anda rajut karena sebenarnya anda belum memulai apapun.
Seringkali kita merasa mencintai tetapi yang terjadi sebenarnya adalah kita hanya mementingkan pengakun atas eksistensi kita.
Berbahagialah anda jika masih bisa merasa sedih karena itu artinya anda siap menerima kebahagiaan.
Kebahagiaanmu tidak ditentukan oleh orang lain, tapi oleh dirimu sendiri. Apa yang kamu lakukan hari ini, tentukan bahagia masa depanmu.
Salah satu hal tersulit dalam hidup adalah tetap menjadi dirimu sendiri ketika semua orang berusaha mengubahmu menjadi orang lain.
Kamu tak bisa kembali ke masa lalu dan mengubah sebuah awal yang buruk, namun kamu bisa membuat akhir yang indah, mulai saat ini!
Janganlah berdoa untuk hidup yang mudah, tetapi berdoalah untuk menjadi manusia yang tangguh.
Jangan terlalu bergantung pada orang lain. faktanya kamu lebih kuat dari apa yang kamu pikirkan, hanya kamu tidak mempercayainya.
Hidup ini pilihan. Apapun yang membuatmu sedih, tinggalkanlah...tanpa rasa takut akan hilangnya kebahagiaan di masa depan.

Ditulis Oleh: - Published at : February 04, 201
   

TOKOH

Kiai Abdul Halim Leuwimunding dan Kesederhanaannya

Kiai Abdul Halim Leuwimunding dan Kesederhanaannya

Seorang alim dari Jawa Barat yang menjadi salah satu pendiri NU awal. Namanya terabadikan dalam dokumen kepengurusan NU. Setelah jam'iyyah ini didirikan pada 26 Januari 1926, menjabat sebagai Katib Tsani (Katib Awwal dijabat KHWahab Hasbullah). Selain dirinya, semua pengurus NU awal itu adalah tokoh-tokoh Jawa Tengah dan Jawa Timur (termasuk Madura).
Ia juga dipandang sebagai satu-satunya pendiri NU yang saat itu belum memiliki pesantren. Nama Abdul Halim selalu dikaitkan dengan Leuwimunding, untuk membedakan nama Abdul Halim lain yang juga berasal dari daerah yang sama. Abdul Halim yang lain ini adalah pendiri Persyarikatan Ulama yang berpusat di Majalengka.
Abdul Halim Leuwimunding sering dikelirukan dengan Abdul Halim yang menjadi pendiri Persyarikatan Ulama itu. Padahal, keduanya berbeda, meskipun sama-sama pernah ke Makkah dan bahkan hingga saat ini dimajalengka Nama Abdul Halim yang jadi nama jalan dikota hanya tokoh PUI saja.
Leuwimunding adalah nama sebuah desa yang di masa lalu merupakan kawedanan yang membawahi dukuh-dukuh Leuwimunding. Lebak (Leuwikujang), Cirabat (Mirat), dan Cibatur/Nyebrak (Ciparay). Sekarang,Leuwimunding nama kecamatan dengan 14 desa, dan diantaranya Desa Leuwimunding sendiri, yang semuanya berbahasa Sunda kecuali satu desa yang menggunakan Bahasa Jawa, yaitu Desa Patuanan. Secara harfiah, nama Leuwimunding berarti "danau tempat minumnya kerbau", karena di masa lalu,tempat ini adalah hutan yang terdapat danau yang dijadikan tempat minum satwa liar, termasuk kerbau.
Dari Makkah ke Tebuireng
Abdul Halim Leuwimunding dilahirkan pada Juni 1898 dari pasangan Mbah Kedung Wangsagama dan Nyai Santamah. Para buyutnya adalah tokoh-tokoh setempat, yaitu Buyut Kreteg, Buyut Liuh, dan Buyut Kedung Kertagam. Setelah itu, Abdul Halim belajar mengaji di Pesantren Trajaya Majalengka, kemudian meneruskan ke Pesantren Kedungwuni, Majalengka, dan dilanjutkan di Pesantren Kempek, Cirebon.
Sebagaimana tokoh-tokoh di masanya yang berkelana sampai Makkah untuk menuntut ilmu, Abdul Halim juga menempuh hal yang sama. Ini dilakukan ketika ia baru berusia 16 tahun, yaitu pada sekitar tahun 1914.
Sebelumnya dua pamannya telah berada di sana, yaitu H. Ali dan H. Jen. Di Makkah Abdul Halim bertemu dan berkawan baik dengan K.H.Abdul Wahab Hasbullah. Ia kemudian pulang ke tanah asalnya pada 1917, dan satu tahun kemudian ia mencari ilmu di pesantren yang ada di Jawa Timur.
Abdul Halim memutuskan berangkat ke Tebuireng, Jombang, yang saat itu diasuh oleh kiai yang sangat dihormati di seluruh Jawa dan Madura yaitu K.H. Hasyim Asy'ari. Dengan demikian, sejak awal Abdul Halim sudah memiliki jaringan dengan pendiri NU, baik dengan K.H. Abdul Wahab maupun K.H. Hasyim Asy'ari. Abdul Halim kemudian menjadi salah satu peserta diskusi-diskusi dalam perbincangan pendirian NU, dan salah seorang yang hadir dalam pendirian NU pada 31 Januari 1926 atau 16 Rajab 1344 H di Kertopaten, Surabaya. Ia sendiri kemudian mendapat kehormatan untuk menjabat sebagai Katib Tsani dalam kepengurusan NU awal itu.
Selama berguru kepada KH Wahab Hasbullah, Abdul Chalim telah mendarmabhaktikan hidupnya demi perkembangan ilmu di kalangan para santri. Di mana Nahdlatul Wathan merupakan tempat yang sangat baik bagi Abdul Chalim dalam berguru dan menularkan kemampuan ilmiahnya.
Pendekatan ilmiah terhadap masyarakat dengan interaksi sosial keagamaan dalam Nahdlatul Wathan merupakan salah satu sumbangsih KH Abdul halim. Bagi KH Abdul halim pendekatan sosial kepada masyarakat untuk menerapkan kaidah-kaidah keilmuan syariat bagi kehidupan masyarakat menumpakan sebuah terobosan yang sangat urgen dalam menyebarkan konsep-konsep keislaman yang membumi.
Abdul Halim juga memerintah dan mengembangkan NU di Jawa Barat, khususnya sekitar Majalengka, bersama kiai-kiai yang merintis NU di Jawa Barat, seperti K.H. Abbas dan keluarga Pesantren Buntet, K.H. Mas Abdurrahman dan masih banyak lagi yang lain.
Sebagai pendiri NU, Abdul Halim tidak memiliki pesantren, tetapi atas saran K.H. Wahab Hasbullah yang bertemu di Bandung pada 1954, kemudian Abdul Halim mendirikan pusat pendidikan. Baru pada tahu 1963 ia mendirikan dan mengembangkan Madrasah Ibtidaiyyah Nahdlatul Ulama (MI-NU) yang menjadi Madrsah Dinyah pertama di Majalengka. Pada perkembangan selanjutnya, pendidikan ini bertambah dengan Madrasah Tsanawiyah Leuwimunding di bawah payung Yayasan Sabilul Halim.
Sosok yang Sederhana
Selama perjalanannya dalam mengembangkan NU di Jawa barat, ia hanya berbekal dua sarung dan makanan seadanya. Lalu, pada saat menjadi anggota DPR GR tak pernah sedikit pun memakai uang atau fasilitas negara. Bahkan mushola dan mesjid menjadi tempat istirahat di kala perjalanan menuju ibu kota Jakarta.
Tidak hanya berkiprah di dunia pendidikan. Pada tahun 1955 KH Abdul Halim menjadi anggota DPR dari partai NU dari perwakilan Jawa Barat. Sejak saat ini perjuangan KH Abdul halim lebih dititikberatkan pada pemberdayaan warga NU Jawa Barat dengan membentuk berbagai wadah pemberdayaan masyarakat seperti PERTANU (Perkumpulan Petani NU), PERGUNU (Perkumpulan Guru NU) dan pendirian lembaga-lembaga pendidikan NU di Jawa Barat lainnya.
Sang alim ini meninggal dunia pada 11 April 1972 dengan meninggalkan kenangan kesederhanaan hidup dan kesahajaan disemayamkan di sekitar area Gedung MTs Sabilul Chalim Leuwimunding. (Aris Prayuda/Anam)

*Dikutip dari buku "KH Abdul Chalim Kenapa Harus Dilupakan?" karya J. Fikri Mubarok), dan wawancara dengan Drs Arifin Muslim (Wakil Ketua PCNU Majalengka, 13 Januari 2015)

Menjalani Hidup Terasa Lebih Bermakna

Tips Ceria dan Gembira Selalu

Banyak hal yang bisa bikin kita sedih. Mulai dari ditinggal kabur pacar, ditipu teman sendiri, dll.

Tapi percaya apa nggak kalau apapun yang membuat kita bersedih-pada saat yang sama-ternyata juga bisa bikin kita tersenyum.

Menurut para pakar kejiwaan, kesedihan bukan karena ketiadaan kebahagiaan. Tapi karena ketidakmampuan kita untuk melihat sisi positif dari segala sesuatu. Dengan kata lain, kesedihan dan kebahagiaan hanyalah sudut pandang semata. Som kesedihan bisa diubah jadi kebahagiaan hanya dengan mengubah sudut pandang. Dan inilah sudut pandang orang-orang yang selalu bisa berbahagia, meski dalam kesulitan sekalipun. So, kenapa harus sedih kalu sebenarnya kita bisa selalu ceria?

Selalu berbaik sangka

Kamu nggak akan bisa ceria kalau hidupmu selalu dipenuhi dengan prasangka-prasangka buruk terhadap orang lain. Sebaliknya, prasangka buruk justru akan membuatmu selalu hidup dalam ketakutan. So, mulai sekarang berpikirlah positif. Kalau ada satu atau dua orang yang jahat nggak berarti semua orang di dunia ini ikutan jahat, kan?

Berpikir semua Mudah

Apapun yang menyulitkanmu, cobalah untuk berpikir"Ah , gampang itu..."
Dengan begitu, masalah seberat apapun nggak akan menciutkan nyalimu. Lagipula dengan berpikir bahwa apapun yang kamu hadapi itu mudah akan merangsang otak untuk lebih cepat menemukan solusinya. Jika kamu berpikir kamu bisa, kamu pun akan benar2 bisa....gitu kata psikolog
Optimis
Kalau ada orang yang bisa tetap ceria dalam situasi terjepit, itu karena ia masih melihat adanya harapan untuk keluar dari situasi yang menghimpitnya. Harapan itulah yang membuatnya bertahan dan bisa tetap ceria. Sebaliknya mereka yang pesimis akan menampakkan wajah murung setiap kali ditimpa kesulitan. Sebab mereka tak pernah melihat harapan. Bagi mereka dunia ini suram. Padahal sedikit rasa optimis akan membuat siapapun bisa menjalani hidup dengan ceria, sepanjang masa.

Bergaul
Orang yang ceria lebih mudah bergaul, begitu kata psikolog. Hal itupun berlaku sebaliknya; pergaulan juga melahirkan keceriaan. So, keceriaan tidak akan datang kalau kamu mengurung diri di dalam kamar. Pergilah keluar dan carilah teman, disitulah letak keceriaan. Kebahagiaan hadir karena adanya kebersamaan...gitu lho!

Santai aja, ah...

Jadi orang serius emang nggak dosa. Tapi tak ada salahnya sedikit bersantai. Lagipula kelewat serius juga nggak bagus (makanya setelah tegang di Army gw lari ke IGO...nyantai Man! ). Sebab selain membuatmu jadi kaku, keseriusanmu itu juga bisa mematikan keceriaan orang lain. So, apapun situasinya, buatlah sesantai mungkin. (Slowly But Sure)

Syukuri apa yang kamu miliki
Kalau kamu punya motor dan nggak bersyukur, maka kalau nanti kamu punya mobilpun kamu tetap nggak akan bisa bersyukur.
Karena setelah punya mobil kamu berharap punya pesawat....Sebaliknya, kalau kamu bisa mensyukuri apa yang kamu miliki saat ini, kamu pun akan mensyukuri apa yang akan kamu miliki esok atau lusa nanti. So, bersyukurlah sekarang atau tidak sama sekali!!!
Sebab bersyukur adalah syarat mutlak hidup bahagia. Lha gimana bisa bahagia kalau situ nggak pernah merasa puas??Dunia ini terlalu kecil untuk menampung SEMUA keinginanmu bung!

Diterbitkan Oleh Naufal Firas Sutia™. Template Travel. Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 05 Februari 2015

KERJABAKTI yang MENGASYIKKAN

       Senin, 26 Januari 2015  tepatnya pukul 13.30 santri PP An-Nahdliyah 2 Gombong mengadakan bersih bersih bersama .Kegiatan ini bertujuan agar para santri mempunyai jiwa kepedulian terhadap lingkungan. Kerjabakti yang dilakukan oleh para santi yaitu membersihkan ruangan pondok dan mecuci sprai.

     Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh seksi kebersihannya yaitu Hidayah A.Nur Kholis.Sebelum kegiatan dimulai,santri yang berjumlah kurang lebih 15 anak dibagi menjadi beberapa kelompok.Kelompok petama bertugas menyiukat sprai,kelompok kedua bertugas membilas sprai,sedangkan kelompok ketiga bertugas menjemur sprai.

      Para santri mengerjakan tugasnya masing masing dengan penuh tanggungjawab.Setelah kegiatan tersebut selesai,para santri istirahat sejenak sambil bercanda gurau. Alhamdulillah kegiatan tersebut berjalan dengan lancar dan tidak ada halangan suatu apapun.

      Jam menunjukkan pukul 15.15 , para santri bergegas mandi dan melaksanakan sholat 'asar.
Sekian ,,,Terimakasih